Jeritan tersebut sering bahkan selalu terdengar di sebuah masjid. Jeritan dengan suara kecil karena belianya si penjerit. Dia mengeluarkan suara jeritan dan tak kadang jeritan menangis. Dia dibawa oleh beberapa jemaah yang datang ke masjid. Bukan setan maupun setan kecil.
Jeritan tersebut berasal dari anak kecil, Ya! seorang anak kecil ataupun beberapa anak kecil. Mereka di bawa oleh ayah mereka untuk ikut sholat. Mengganggu ? ya ! memang kadang mengganggu apa lagi mereka akan "on" saat sholat dimulai. Mereka bermain, berlari diantara makmum, seperti bermain di taman hiburan kecil. Terkadang mereka menangis, biasanya karena terjatuh saat berlari ataupun terjepit pintu ataupun karena mencari ayahnya. Bahkan ada juga yang menyentuh mereka yang sedang sholat, memainkan pengeras suara yang masih hidup, dan melakukan hal mengganggu lainnya. Tetapi tidak semua anak "mengganggu" seperti yang disebut diatas, ada juga yang mengikuti gerakan sholat meski masih sering toleh kanan toleh kiri. Mereka mungkin masih terlalu muda untuk melakukannya, yah yang penting ikut saja karena meniru perbuatan ayah mereka.
Mengajak anak kecil memang memiliki dampak buruk, tapi ada juga dampak positif yang luar biasa yaitu pembiasaan dengan lingkungan islam, seperti mendengar bacaan Al Quran ataupun bacaan Sholat dengan adanya pembiasaan dari kecil tersebut diharapkan saat dewasa dapat meneruskannya hingga menjadi anak yang sholeh. Dengan adanya pembiasaan anak juga akan penasaran dengan yang dilakukan orang tuanya dan akan timbul niat mencoba untuk sholat. Pembiasaan yang telah dilakukan sejak dini akan sulit memudar jika telah dewasa, dan ini merupakan salah satu bekal untuk anak saat dewasa kelak.
Mengajak anak kecil memang memiliki dampak buruk, tapi ada juga dampak positif yang luar biasa yaitu pembiasaan dengan lingkungan islam, seperti mendengar bacaan Al Quran ataupun bacaan Sholat dengan adanya pembiasaan dari kecil tersebut diharapkan saat dewasa dapat meneruskannya hingga menjadi anak yang sholeh. Dengan adanya pembiasaan anak juga akan penasaran dengan yang dilakukan orang tuanya dan akan timbul niat mencoba untuk sholat. Pembiasaan yang telah dilakukan sejak dini akan sulit memudar jika telah dewasa, dan ini merupakan salah satu bekal untuk anak saat dewasa kelak.
Dalam menghadapi situasi dimana anak2 menjerit atau mulai rame dalam sholat, perlu adanya peran orang tua untuk menasehati anak2 tersebut. Sedangkan untuk orang lain di butuhkan pengertiannya agar mengerti dan sabar karena ini merupakan bagian dari pendidikan si anak. Ada salah satu hadist dalam menanggapi adanya tangisan anak kecil dalam sholat :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنِّي لَأَدْخُلُ الصَّلَاةَ أُرِيدُ إِطَالَتَهَا فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَأُخَفِّفُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ بِهِ [ البخاري 666 و مسلم 723 ] قال الشوكاني في نيل الأوطار ( 5/ 48 ) : ” فيه جوازُ إدخال الصبيانِ المساجدَ” .
Anas bin Malik r.a. mengatakan: Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Sungguh aku pernah memulai sholat yang ingin ku panjangkan, lalu karena kudengar tangisan seorang anak kecil, maka kuringankan (sholat tersebut), karena (aku sadar) kegusaran ibunya terhadapnya”
Dalam membawa membawa anak kita ke masjid hendaknya sebelumnya diberitahu tujuan kita ke masjid, agar anak tenang saat kita sholat. Namun jika anak kita tetap tidak bisa tenang, hendaknya kita tidak mengajaknya untuk sementara agar tidak mengganggu jamaah yang lain.
NB : saya belum punya anak ! hha
0 komentar:
Posting Komentar